Kamis, 12 Januari 2012

Manajemen Proyek dan Resiko – Lingkungan Perbankan, Persiangan, dan Arsitektur Perbankan Indonesia

 

 

  • Lingkungan Perbankan

 

image

   Perbankan Indonesia dalam menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip kehati-hatian. Fungsi utama perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpundan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, kearah peningkatan taraf hidup rakyat banyak.berdasarkan undang-undang, struktur perbankan di Indonesia, terdiri atas bank umum dan BPR. Perbedaan utama bank umum dan BPR adalah dalam hal kegiatan operasionalnya. BPR tidak dapat menciptakan uang giral, dan memiliki jangkauan dan  kegiatan operasional yang terbatas. Selanjutnya, dalam kegiatan usahanya dianut dual bank system, yaitu bank umum dapat melaksanakan kegiatan usaha bank konvesional atau berdasarkan prinsip syariah. sementara.prinsip kegiatan BPR dibatasi pada hanya dapat melakukan kegiatan usaha bank konvensional atau berdasarkan prinsip syariah

  • Efisiensi Ekonomi

 

image

  Efisiensi dalam ilmu ekonomi digunakan untuk merujuk pada sejumlah konsep yang terkait. pada kegunaan pemaksimalan serta pemanfaatan seluruh sumber daya dalam proses produksi barang dan jasa. Sebuah sistem ekonomi dapat disebut efisien bila memenuhi kriteria berikut:

- Tidak ada yang bisa dibuat menjadi lebih makmur tanpa adanya pengorbanan

- Tidak ada keluaran yang dapat diperoleh tanpa adanya peningkatkan jumlah masukan

- Tidak ada produksi bila tanpa adanya biaya yang rendah dalam satuan unit

  Definisi tersebut tidak akan selalu sama akan tetapi pada umumnya akan mencakup semua ide yang hanya dapat dicapai dengan sumber daya yang tersedia. Sebuah sistem ekonomi yang efisien dapat memberi lebih banyak barang dan jasa bagi masyarakat tanpa menggunakan lebih banyak sumber daya. Dalam ekonomi pasar secara umum diyakini akan lebih efisien dibandingkan dengan alternatif lainnya yang pertama mendasar dalil kesejahteraan berdasarkan penyediaan kepercayaan oleh karena itu bagi yang menyatakan bahwa setiap pasar berkeseimbangan sempurna berdasarkan kompetitif adalah efisien (tetapi hanya ada bila tidak teradi ketidaksempurnaan pasar).
  Kebijakan reformasi dalam ekonomi mikro adalah bertujuan membuat kebijakan yang mengurangi distorsi ekonomi dan peningkatan efisiensi ekonomi. Namun, tidak ada teori dasar yang jelas bahwa dengan menghapus distorsi pasar maka akan selalu dapat meningkatkan efisiensi ekonomi. Selanjutnya yang kedua berdasarkan dalil yang menyatakan bahwa jika ada beberapa distorsi pasar maka tidak dapat dihindari hanya dalam satu sektor saja yang akan bergerak ke arah yang lebih besar dalam kesempurnaan pasar terdapat sektor lain yang bisa menurunkan efisiensi.

  • Arsitektur Perbankan Indonesia

  Arsitektur Perbankan Indonesia (API) merupakan suatu kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan. Arah kebijakan pengembangan industri perbankan di masa datang yang dirumuskan dalam API dilandasi oleh visi mencapai suatu sistem perbankan yang sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

  Bertitik tolak dari keinginan untuk memiliki fundamental perbankan yang lebih kuat dan dengan memperhatikan masukan-masukan yang diperoleh dalam mengimplementasikan API selama dua tahun terakhir, maka Bank Indonesia merasa perlu untuk menyempurnakan program-program kegiatan yang tercantum dalam API. Penyempurnaan program-program kegiatan API tersebut tidak terlepas pula dari perkembangan-perkembangan yang terjadi pada perekonomian nasional maupun internasional. Penyempurnaan terhadap program-program API tersebut antara lain mencakup strategi-strategi yang lebih spesifik mengenai pengembangan perbankan syariah, BPR, dan UMKM ke depan sehingga API diharapkan memiliki program kegiatan yang lebih lengkap dan komprehensif yang mencakup sistem perbankan secara menyeluruh terkait Bank umum dan BPR, baik konvensional maupun syariah, serta pengembangan UMKM.

  • Program Kegiatan API

  Guna mewujudkan visi API dan sasaran yang ditetapkan, serta mengacu kepada tantangan-tantangan yang dihadapi perbankan, maka ke-enam pilar API sebagaimana diuraikan di depan akan dilaksanakan melalui beberapa program kegiatan sebagai berikut:

1. Program penguatan struktur perbankan nasional

  Program ini bertujuan untuk memperkuat permodalan bank umum (konvensional dan syariah) dalam rangka meningkatkan kemampuan bank mengelola usaha maupun risiko, mengembangkan teknologi informasi, maupun meningkatkan skala usahanya guna mendukung peningkatan kapasitas pertumbuhan kredit perbankan. Implementasi program penguatan permodalan bank dilaksanakan secara bertahap.

  Upaya peningkatan modal bank tersebut dapat dilakukan dengan membuat business plan yang memuat target waktu, cara dan tahap pencapaian. Adapun cara pencapaiannya dapat dilakukan melalui:

- Penambahan modal baru baik dari shareholder lama maupun investor baru

- Merger dengan bank (lain untuk mencapai persyaratan modal minimum baru

- Penerbitan saham baru atau secondary offering di pasar modal

- Penerbitan subordinated loan

2. Program peningkatan kualitas pengaturan perbankan

  Program ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengaturan serta memenuhi standar pengaturan yang mengacu pada international best practices. Program tersebut dapat dicapai dengan penyempurnaan proses penyusunan kebijakan perbankan serta penerapan 25 Basel Core Principles for Effective Banking Supervision secara bertahap dan menyeluruh. Dalam jangka waktu lima tahun ke depan diharapkan Bank Indonesia telah sejajar dengan negaranegara lain dalam penerapan international best practices termasuk 25 Basel Core Principles for Effective Banking Supervision. Dari sisi proses penyusunan kebijakan perbankan diharapkan dalam waktu dua tahun ke depan Bank Indonesia telah memiliki sistem penyusunan kebijakan perbankan yang efektif yang telah melibatkan pihakpihak terkait dalam proses penyusunannya.

3. Program peningkatan fungsi pengawasan

  Program ini bertujuan untuk meningkatkan independensi dan efektivitas pengawasan perbankan yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Hal ini dicapai dengan peningkatkan kompetensi pemeriksa bank, peningkatan koordinasi antar lembaga pengawas, pengembangan pengawasan berbasis risiko, peningkatkan efektivitas enforcement, dan konsolidasi organisasi sektor perbankan di Bank Indonesia. Dalam jangka waktu dua tahun ke depan diharapkan fungsi pengawasan bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia akan lebih efektif dan sejajar dengan pengawasan yang dilakukan otoritas pengawas di negara lain.

4. Program peningkatan kualitas manajemen dan operasional perbankan

  Program ini bertujuan untuk meningkatkan good corporate governance (GCG), kualitas manajemen resiko dan kemampuan operasional manajemen. Semakin tingginya standar GCG dengan didukung oleh kemampuan operasional (termasuk manajemen risiko) yang handal diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional perbankan. Dalam waktu dua sampai lima tahun ke depan diharapkan kondisi internal perbankan nasional menjadi semakin kuat.

5. Program pengembangan infrastruktur perbankan

   Program ini bertujuan untuk mengembangkan sarana pendukung operasional perbankan yang efektif seperti credit bureau, lembaga pemeringkat kredit domestik, dan pengembangan skim penjaminan kredit. Pengembangan credit bureau akan membantu perbankan dalam meningkatkan kualitas keputusan kreditnya. Penggunaan lembaga pemeringkat kredit dalam publicly-traded debt yang dimiliki bank akan meningkatkan transparansi dan efektivitas manajemen keuangan perbankan. Sedangkan pengembangan skim penjaminan kredit akan meningkatkan akses kredit bagi masyarakat. Dalam waktu tiga tahun ke depan diharapkan telah tersedia infrastruktur pendukung perbankan yang mencukupi .

6. Program peningkatan perlindungan nasabah

  Program ini bertujuan untuk memberdayakan nasabah melalui penetapan standar penyusunan mekanisme pengaduan nasabah, pendirian lembaga mediasi ndependen, peningkatan transparansi informasi produk perbankan dan edukasi bagi nasabah. Dalam waktu dua sampai lima tahun ke depan diharapkan program-program tersebut dapat meningkatkan kepercayaan nasabah pada sistem perbankan .

 

Nama : Hendriansyah Alrofia Rizki

NPM   : 29110271

Kelas  : 2KB01

Sumber:
1. http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Arsitektur+Perbankan+Indonesia

2. http://arisbudi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7853/API.pdf

3. http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/09/Banking-Coins.jpg

4. http://www.transparencyrevolution.com/wp-content/uploads/2011/06/efficiency.jpg

Kamis, 29 Desember 2011

Manajemen Proyek dan Resiko–Konteks Manajemen Proyek dan IT

 

A. Gambaran Sistem dari Manajemen Proyek

 

image

Ketika jumlah dan tingkat kerumitan proyek terus berkembang, maka manajemen proyek itu harus semakin perlu dipraktekan untuk membiasakan diri menghadapi masalah – masalah maupun kerumitan yang ditemui. Sehingga tingkat kerumitan yang menjadi beban, lama – lama akan berkurang.

Manajer proyek yang sukses harus memiliki dan mengembangkan banyak ketrampilan dan memimpin tim mereka melalui praktek langsung. Proyek memiliki beberapa atribut, seperti bersifat unik, sementara dan dikembangkan secara incremental. Sebuah kerangka untuk manajemen proyek termasuk stakeholder, sembilan bidang pengetahuan, tools dan teknik, dan menciptakan portofolio proyek untuk menjamin kesuksesan perusahaan.

B. Komitmen stakeholder dan top manajemen dalam proyek TI

Stakeholder adalah orang-orang yang terkait dalam aktivitas proyek dan setiap stakeholder mempunyai komitmen untuk bekerja secara professional dan bertanggung jawab dalam setiap manajemen proyek kerja. Stakeholder termasuk tim proyek, manajer proyek, sponsor proyek, maupun user (pengguna).

C.Pemahaman mengenai Organisasi dan struktur dasar organisasi serta pengaruhnya pada proyek

 

image

Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang,material, mesin, metode, lingkungan),sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut:

  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti  pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.

Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Struktur organisasi mendefinisikan cara tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.

Variabel Struktur

  1. UKURAN (SIZE) :- makin besar akan semakin komplek impersonal, semakinlugas , semakin sulit diarahkan, semakin sulit dipadukan.- ukuran menciptakan dilemma.- tak ada yang tahu ukuran yang optimum.
  2. JUMLAH TINGKATAN HIRARKHI :- Kalau terlalu banyak bisa timbul kesulitan komunikasi vertikal.- Sebaiknya tak terlalu banyak.- Perhatikan efektivitas komunikasi.
  3. STRUKTUR KEWENANGAN :- Orang-orang yang punya kewenangan membuat keputusan bagiorganisasi.- Siapa saja yang termasuk dalam struktur ?- Bila hanya satu orang bisa timbil kesulitan.- Pendelegasian wewenang.
  4. STRUKTUR KOMUNIKASI :- Variabel yang terpenting.- Dari puncak hirarkhi sampai ke paling bawah.- Juga perlu diperhatikan komunikasi horizontal.
  5. STRUKTUR TUGAS :- Sama dengan struktur peranan.- Cara organisasi membagi-bagi tugas/pekerjaan kepada anggota-anggotanya.- Apakah semua pekerjaan terbagi habis ?- Apakah semua anggota mendapat peranan ?- Apakah hanya orang tertentu saja yang berperan ?
  6. STRUKTUR STATUS DAN PRESTIS :- Apa yang diperoleh dari organisasi dengan pengorbanan yangdiberikan ?- Apakah prestis (gengsi) seseorang akan naik dengan menjadianggota organisasi ?- Apakah prestis terbagi secara merata ?- Apakah organisasi memiliki jenjang status yang terbuka bagi semua anggota ?

7. JARAK PSIKOLOGIS :- Antara orang yang di puncak (pengambil keputusan) dan orang- orang di bawah (yang melakukan pekerjaan).- Komunikasi emosi antara orang-orang dalam hirarkhi.- Menunjukkan kemudahan komunikasi ver-tikal effektif/tidakPhase dan siklus hidup proyek .

D. Phase dan Siklus Hidup Proyek

Ada 6 tahap siklus hidup proyek yaitu: Model Water Fall, System Engineering, Over Lapping Phases, prototyping, joint aplication development, dan herative life cycle.

Berikut penjelasan secara detailnya:

1. Model Water Fall

  • System / Information Engineering and Modeling; Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software.
  • Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak / Software Requirements Analysis; Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software.
  • Design; Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum coding dimulai.
  • Coding; Untuk dapat dimengerti oleh mesin, dalam hal ini adalah komputer, maka desain tadi harus diubah bentuknya menjadi bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman melalui proses coding.
  • Testing / Verification; Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan.
  • Maintenance; Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu.

2. System Engineering

Tahapannya dengan menggunakan OMT (Object Modelling Technique)

  • Model Objek.
  • Model Dinamis.
  • Model Fungsional.

3. Over Lapping Phases

  • Komunikasi pelanggan ,yaitu tugas-tugas untuk membangun komunikasi antara pelanggan dan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan.
  • Perencanaan ,yaitu tugas-tugas untuk mendefinisikan sumber daya, ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yg berhubungan.
  • Analisis Resiko ,yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resiko manajemen dan teknis.
  • Perekayasaan ,yaitu tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari aplikasi tersebut.
  • Konstruksi dan peluncuran,yaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, memasang , dan memberi pelayanan kepada pemakai.
  • Evaluasi Pelanggan ,yaitu tugas-tugas untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan.

4. Prototyping

  • Pengumpulan kebutuhan; Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
  • Membangun prototyping; Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).
  • Evaluasi protoptyping; Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginan pelanggan.
  • Mengkodekan sistem; Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.
  • Menguji sistem; Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan.
  • Evaluasi Sistem; Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan.
  • Menggunakan sistem; Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.

5. Joint Aplication Development

  • Bussiness Modelling; Tahap ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan informasi.
  • Data Modelling; Tahap aliran informasi yang sudah didefinisikan, disusun menjadi sekumpulan objek data.
  • Process Modelling; Tahap dimana objek data yang sudah didefinisikan diubah menjadi aliran informasi yang diperlukan untukmenjalankan fungsi-fungsi bisnis.
  • Application Generation; Tahap dimana menggunakan component program yang sudah ada atau membuat component yang bisa digunakan lagi.
  • Testing and Turnover; Tahap pengujian sistem.

6. Herative Life Cycle

  • Perencanaan (Planning); Tujuan dari tahap perencanaan adalah untuk meng-hasilkan rencana kerja (work plan) formal untuk pengembangan sistem
  • Pendefinisian Knowledge (Knowledge Definition); Tujuan tahap ini adalah mendefiniskan kebutuhan knowledge dari sistem
  • Perancangan Knowledge (Knowledge Design); Tujuan tahap ini adalah menghasilkan rancangan rinci untuk sistem
  • Koding dan pengujian (Code and Checkout); Tahap ini menandakan dimulainya pemrograman
  • Verifikasi Knowledge (Knowledge Verification); Tahap ini bertujuan untuk menentukan ketepatan, kelengkapan, dan konsistensi sistem
  • Evaluasi sistem (System Evaluation); Tahap ini merupakan tahap akhir dari siklus dan bertujuan untuk menyimpulkan apa yang dipelajari dari rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan.

E. Siklus hidup produk

 

image

Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar .

Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh Levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya.Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk.

Ada yang menggolongkannya menjadi introduction, growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance), maturity (saturation), dan decline (obsolescence). Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity dan decline.Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap, yaitu :

1. Tahap perkenalan (introduction). Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agresif dan menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah.

2. Tahap pertumbuhan (growth). Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.

3. Tahap kedewasaan (maturity). Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.

4. Tahap kemunduran (decline). Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun. Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas. Alternatif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain:

  1. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya)
  2. Meninjau kembali dan memperbaiki program pemasaran serta program produksinya agar lebih efisien
  3. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik
  4. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada
  5. Meninggalkan sama sekali barang tersebut.

F. Konteks dari proyek IT

Sebuah fenomena yang unik telah terjadi dalam bidang teknologi informasi. Fenomena ini dapat dilihat pada seluruh aktivitas yang terdapat didalamnya. Hampir seluruh aktivitas yang terkait dengan kegiatan perencanaan, pengembangan dan penerapan teknologi informasi dilakukan melalui aktivitas berbasis proyek. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan menyelesaikan sebuah pekerjaan yang bersifat rutin, dimana dalam menyelesaikan aktivitas berorientasi proyek, waktu pelaksanaan kegiatan, sasaran yang ingin dicapai, output yang akan dihasilkan, pihak-pihak yang terlibat, besarnya anggaran dan sumber daya yang dibutuhkan ditetapkan dengan jelas.

Fenomena diatas mengindikasikan bahwa seseorang yang ingin berhasil dalam meniti karir di dunia IT, harus memiliki kemampuan yang baik dalam bidang manajemen proyek teknologi informasi.

Selain diterapkan dalam bidang konstruksi, ilmu manajemen proyek juga tidak kalah pentingnya untuk diterapkan dalam bidang IT. Nilai proyek IT yang cukup besar menyebabkan penanganan proyek-proyek IT harus direncanakan secara matang. Tidak jarang banyak proyek IT yang mengalami kegagalan dalam pencapaian tujuan, jadwal maupun batasan biaya yang telah ditetapkan diawal.

G. Fungsi kerja manajemen proyek

Manfaat manajemen proyek dilihat dari segi bidang-bidang tertentu yaitu:

1. Planning to Do( Perencanaan Selanjutnya), berfungsi sebagai memberikan gambaran hubungan ketergantungan dan pekerjaan, mengindetifikasi jalur kritis, merencanakan sumber daya, dan mengindentifikasi adanya select.

2. Pengendalian berfungsi memberikan dasar-dasar gambaran patokan dalam pengendalian proyek.

3. Lingkup kerja dan masalah yang dihadapi. Berfungsi memberikan dorongan nyata demi terciptanya komunikasi antar pemimpin proyek dan pelaksana proyek dilapangan ,supaya sukses dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Menurut H.Kerzener bahwa sisklus proyek adalah kegiatan dari awal kemudian bertambah macam dan intensitasnya sampai puncak , ke bawah dan ke atas , masing-masing memiliki tahap khusus yang kompleksitas , ukuran dan jadwal yang ditentukan, atau diperlukan. Kompleksitas proyek tergantung pada:

A. jumlah ragam macam kegiatan.

B. Macam dan jumlah kegiatan didalam suatu proyek dan luar.

Supaya poryek cepat berhasil ada hal yang penting diperhatikan yaitu:

  1. konsepsional proyek
  2. definisi proyek
  3. penyusunan organisasi
  4. pelaksanaan proyek
  5. penyelesaian proyek.

Setiap akhir pengkajian dan keputusan apakah proyek tersebur dapat dilaksanakan ketahap berikutnya. Hasil dari setiap tahap terdahulu merupakan masukan utama bagi tahap berikutnya.

H. Keahlian Seorang Manajer Proyek

 

image

Seorang manajer proyek harus memiliki keterampilan yang luas hardskill maupun softskillnya. Keahlian yang disarankan yaitu :

  1. Keterampilan berkomunikasi yang baik dan cekatan.
  2. Keahlian dalam berorganisasi sehingga dapat membuat rencana dan menganalisis masalah.
  3. Keterampilan team-building untuk memotivasi dan bekerja sama pada tim proyeknya.
  4. Keterampilan teknologi
  5. Keterampilan penyesuaian diri yaitu fleksibel, kreatif, sabar serta pantang menyerah.
  6. Keterampilan kepemimpinan agar memberikan visi yang besar untuk tujuan proyek tersebut

I. Karakteristik dari manajer proyek yang efektif dan tidak efektif

 

image

A. Effective project manager

  • Visioner
  • Kompeten
  • Motivator yang baik
  • Mendukung anggota tim
  • Membuat ide – ide baru

B.Ineffective project manager

  • Minder
  • Motivator yang buruk
  • Tidak Kompeten
  • Komunikator yang buruk

 

 

Nama : Hendriansyah Alrofia Rizki

NPM   : 29110271

Kelas  : 2KB01

Source :

1. http://hendri31.blogspot.com/2011/10/konteks-manajemen-proyek-dan-ti_29.html

2. http://smallbizbee.com/index/wp-content/uploads/2009/07/BeEffective.jpg

3. http://www.atmajaya.ac.id/images/uploaded/softskill.jpg

4. http://www.soc.hawaii.edu/leonj/leonj/leonpsy16/spin-arrows.gif

5. http://www.thetechnobuzz.com/wp-content/uploads/2011/07/dont-understand.jpg

6. http://www.ceceurope.com/images/Framework%20project%20management.gif

Rabu, 28 Desember 2011

Manajemen Proyek dan Resiko–Pengenalan Manajemen Proyek


A. Sejarah, latar belakang, motivasi manajemen proyek pada bidang TI

image
Beberapa sejarah yang pernah terjadi dalam dunia proyek:
  • Laporan Chaos 1995
- Penelitian Standish Group menunjukkan 31,1% mengejutkan proyek akan dibatalkan sebelum mereka pernah mendapatkan selesai.

- Hasil lebih lanjut menunjukkan 52,7% dari proyek akan menelan biaya lebih dari 189% perkiraan asli mereka.
-Di sisi keberhasilan, rata-rata hanya 16,2% untuk perangkat lunak
proyek yang diselesaikan tepat waktu.
  • Sebuah laporan tahun 2001 menunjukkan bahwa AS menghabiskan $ 2.3 triliun untuk
    proyek setiap tahun.
  • belanja TI di seluruh dunia diperkirakan akan tumbuh sebesar 4%
    dan 6% dalam beberapa tahun mendatang.
  • Pada tahun 2003 rata-rata manajer proyek senior di US berpenghasilan
    hampir $ 90,000 per tahun
  • Di Amerika Serikat, nomor-satu realitas acara TV pada tahun 2004, menggambarkan peran manajer proyek penting dalam bisnis.

Ketika ada pengerjaan proyek disuatu bidang yang berhubungan dengan TI, kerap kali ada hambatan dalam pengerjaan proyek tersebut. Maka dilakukanlah berbagai analisis untuk menangani masalah tersebut. Salah satunya yaitu dengan menganalisis resiko yang terjadi sebelum memulai proyek. Merupakan tindakan yang terlambat jika memulai proyek tanpa menganalisa resiko yang akan terjadi tersebut, karena jika tidak maka suatu proyek akan setengah jalan bahkan gagal karena ketidakmampuan menangani suatu resiko tersebut. Maka dengan itu, demi antisipasi kegagalan pelaksaan suatu pekerjaan atau proyek pada bidang TI, diperlukanlah Manajemen Proyek dan Resiko.

B. Keuntungan menggunakan manajemen proyek TI
image
  • Kontrol yang lebih baik di bidang keuangan, fisik, dan SDM
  • Meningkatnya relasi dengan customer
  • Waktu pembangunan yang lebih singkat
  • Biaya yang lebih rendah
  • Kualitas lebih tinggi & meningkatnya reliabilitas
  • Keuntungan yang lebih besar
  • Meningkatnya produktivitas
  • Koordinasi yang lebih baik
  • Moral pekerja lebih baik

C. Pengertian proyek dan manajemen proyek
Proyek merupakan suatu tugas yang perlu dirumuskan untuk mencapai sasaran yang dinyatakan secara konkrit serta harus diselesaikan dalam waktu periode tertentu dengan menggunakan tenaga manusia dan alat–alat yang terbatas dan begitu kompleks sehingga dibutuhkan pengelolaan dan kerjasama yang berbeda dari yang biasanya digunakan. 
Sedangkan pengertian manajemen yaitu sebagai suatu proses,melihat bagaimana cara orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen.

D. Kendala-kendala manajemen proyek
image
Kendala yang sering dihadapi dalam manajemen proyek, secara umumnya ada 3 yaitu kendala akan waktu, biaya, dan ruang lingkup.

E. Kerangka kerja dan area knowledge manajemen proyek

image
Knowledge Area merupakan kompetensi utama yang harus dikembangkan oleh manajer proyek. Kompetensi utamanya meliputi scope, time, cost, dan quality. Kompetensi pendukung meliputi human resources, communication, risk, procuremen. 1 kompetensi yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh seluruh kompetensi lainnya (project integration)
 
F. Alat dan teknik manajemen proyek
image
Berdasarkan PMBOK 2004, Manajemen Lingkup Proyek (Project Scope Management) terbagi atas lima tahap. Berikut tahapan dan tools yang dapat digunakan yaitu:
1.    Scope Planning:
·         Expert Judgement
·         Templates, Forms, Standarts
2.     Scope Definition
·         Product Analysis
·         Alternatives indentification
·         Experts Judgement
·         Stakeholder Analysis
3.    Create WBS
·         WBS Templates
·         Decomposition
4.    Scope Verification
·         Inspection
5.     Scope Control
·         Change Control System
·         Variance Analysis
·         Replanning
·         Configuration Management System

G. Bagan Gannt dan Diagram Network
image

image

H. Profesi dan sertifikasi manajemen proyek
Berbagai kelompok – kelompok tertentu berminat di berbagai bidang seperti engineering, berbagai bidang jasa, maupun kesehatan. PMI telah menyediakan sertifikasi sebagai Project Management Profesional (PMP). Untuk mendapatkan sertifikasi itu seorang PMP harus mempunyai pengalaman proyek yang cukup, dan harus mengikuti test PMP dan kode etik yang telah ada.
I. Etika dalam Manajemen Proyek
Seorang PMP harus mengikuti kode etik yang ada. Karena kode etik adalah begian penting dari semua manajemen proyek dan seorang PMP harus bertanggung jawab secara professional.
J. Manajemen Proyek Software
Enterprise Proyek Manajemen software mengintegrasikan informasi dari beberapa proyek untuk memperlihatkan status proyek-proyek yang telah disetujui, aktif, dan akan datang dalam seluruh organisasi Juga menyediakan link pada informasi yang lebih detail mengenai suatu proyek tertentu.



Nama : Hendriansyah Alrofia Rizki
NPM   : 29110271
Kelas  : 2KB01 
 
Source :
1. http://www.slideshare.net/idrissss/manajemen-proyek-ti
2. http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian+manajemen&source=web&cd=3&ved=0CDkQFjAC&url=http%3A%2F%2Felearning.gunadarma.ac.id%2Fdocmodul%2Fpengantar_manajemen_umum%2FBab_1.pdf&ei=OzD6TrXgIc-rrAeX1PT4Dw&usg=AFQjCNFXN41nTJR0zB1CwgXY2qcUVulZCA&cad=rja
3. http://manajemenproyekindonesia.com/?p=1334
4.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrEH4TChISUkjQBBxLfRKXCCteFYNI64QkWVClF6kcmJcXu8lS9mAi1UCTZBL3bFjakJt5z2MG8SYCkTuTbXIm50cQFKzdE0E09rp08MZIIa9BfuvHS-D3oe1JCgkOPWMW8Vs-fomv5lVw/s1600/nova_gambar_diagram_gantt11.JPG
5. http://iiam.blogdetik.com/files/2011/10/diagram-network-300x165.jpg
6. http://softskillrp3.wordpress.com/2011/11/22/manajemen-resiko-dan-proyek/
7. http://www.kdnps.co.uk/images/gallery-project-management-01.jpg
8.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4nL5qF9QD0AEjjqOQTOXIbhFYnFjHwNuviBO97DTTTydmYnfsk6RkyV0LiGnUPrf3KibHasL4nkH1Hiv3X6tcl6yhxUYCvBy13AWJJ9ZcU3KR2XTY7q0PgEiTYVY9tCOzeqZaLDX-Yl8c/s1600/wojo_problem_big.jpg
9. http://1.bp.blogspot.com/-hVWLuewwnSs/TmmSyD7RakI/AAAAAAAAAy0/2TsqKQjq750/s1600/google+webmaster.jpg
10. http://vipdesk.files.wordpress.com/2011/01/concierge-benefits.jpg

Senin, 17 Oktober 2011

TUGAS ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN 3 : JAVA

 

 

a. DERET FIBONACCI

 

public class fibonaccigue {
    public static void main(String[] args) {
    int p=1,t=1;           // p dan t merupakan variabel harga awal bertipe integer
    int n = 10;             // variabel n sebagai variabel input untuk batas pengulangan bertipe integer
    System.out.print(p+" ");                 // untuk mencetak nilai deret fibonacci
    for (int i=1;i<n;i++){                      // ini untuk pengulangan dalam bentuk for
      System.out.print(p+" ");               // mencetak nilai deret fibonacci dalam struktur for
      p=p+t;                                        //  statement operator penugasan
      t=p-t;                                         // statement operator penugasan
    }
    System.out.println();                     //cetak ganti baris baru
    }
}

 

Output : 1 1 2 3 5 8 13 21 34 55

 

b.DERET BILANGAN GANJIL

 

public class ganjilgueboss {
    public static void main(String[] args) {
        int n=20 ; // n ialah variabel harga awal bertipe integer
      for (int i=1;i<=n;i++) // loop dalam bentuk for
        {
            if (i % 2 == 1) // percabangan bentuk if (kondisi ganjil)
            {
                System.out.printf(i+" "); //cetak nilai deret ganjil
            }
        }
    }
}

 

Output : 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19

 

c. CONVERSI NILAI

 

public class conversimumet {

    public static void main(String[] args) {

ConversiNilai a=new ConversiNilai(); // " pengkonstruksi langsung memberikan nilai awal

// pada saat perintah new"

a.NA=40; // memberi nilai awal pada obyek NA

a.Grade();   // memberi nilai hampa pada obyek Grade

}

}

class ConversiNilai{ // class ini berhubungan langsung dengan pengkontruksi di atas

int NA; // memberikan nilai NA bertipe integer

String NH; // memberikan nilai NH bertipe string

void Grade(){ // memberikan void pada obyek grade

if (NA>75) // ketika kondisi pertama saat NA lebih besar dari nilai 75

NH="A"; // maka NA akan bernilai string A

else if (NA>50) // ketika kondisi kedua saat NA lebih besar dari nilai 50

NH="B"; // maka NA akan bernilai string B

else if (NA>25) // ketika kondisi ketiga saat NA lebih besar dari nilai 25

NH="C"; // maka NA akan bernilai string C

else // ketika kondisi selain kondisi-kondisi sebelumnya dicapai

NH="D"; // maka NA akan bernilai D

System.out.println("Nilai Angka :"+NA); //mencetak nilai angka sebagai hasil pemanggilan variabel

System.out.println("Nilai Huruf :"+NH); //mencetak nilai huruf sebagai hasil pemanggilan variabel

}

}

 

Output :

Nilai Angka :40

Nilai Huruf :C

 

d. PEMILIHAN HARI

public class hariii {

    public static void main(String[] args) {

hari b=new hari(); // pengkonstruksi  langsung memberikan nilai awal pada saat perintah new

b.urutan=4; // memberikan nilai awal pada obyek urutan

b.cetakhari(); // memberikan nilai hampa pada obyek Grade

}

}

class hari{ // class ini berhubungan langsung dengan pengkonstruksi di atas

int urutan; // memberikan nilai urutan bertipe integer

String namahari; // memberikan nilai namahari bertipe string

void cetakhari(){ // memberikan void pada obyek cetakhari

switch (urutan){ // merupakan percabangan dalam bentuk switch ber-identifier urutan

case 1 : namahari="Senin";break; // bila urutan 1 terpenuhi, maka akan terpilih Senin

case 2 : namahari="Selasa";break; // bila urutan 2 terpenuhi, maka akan terpilih Selasa

case 3 : namahari="Rabu";break; // bila urutan 3 terpenuhi, maka akan terpilih Rabu

case 4 : namahari="Kamis";break; // bila urutan 4 terpenuhi, maka akan terpilih Kamis

case 5 : namahari="Jum'at";break; // bila urutan 5 terpenuhi, maka akan terpilih Jum'at

case 6 : namahari="Sabtu";break; // bila urutan 6 terpenuhi, maka akan terpilih Sabtu

default : namahari="Minggu";break;} // kalo kaga ada yang terpenuhi, maka akan terpilih Minggu

System.out.println("Hari ini hari :"+namahari); // mencetak namahari sebagai pemanggilan variabel

    }

}

 

Output : Hari ini hari :Kamis

Rabu, 25 Mei 2011

Ilmu Budaya Dasar Mengenai Manusia dan Harapan

 

Pengertian Harapan

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.

Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa "Si pungguk merindukan bulan"

Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pemah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak.

Harapan hams berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.

Persamaan harapan dan cita-cita :

Persamaan harapan dan cita-cita yaitu mempunyai tujuan yang sama .

Penyebab manusia mempunyai harapan :

Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah - tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang balk fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yabg mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.

Dorongan kodrat

Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam din manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, bcrkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.

Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya. Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka.

Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirip dengan kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu, ialah bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih, ia harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya. Dengan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, dan dengan kehendaknya manusia dapat memilih.

Pengertian kepercayaan

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada ucapan yang sering kita dengar

ia tidak percaya pada diri sendiri

saya tidak percaya ia berbuat seperti itu atau berita itu kurang dapat dipercaya

Bagaimana juga kita harus percaya kepada pemerintah

kita harus percaya akan nasehat-nasehat kyai itu, karena nasehat-nasehat itu diambil dari ajaran Al-Quran

Dengan contoh berbagai kalimat yang sering kita dengan dalam ucapan sehari-hari itu, maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran.

3 Teori kebenaran

1)Teori koherensi atau konsistensi

Yaitu suatu pemyataan dianggap benar bila pemyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pemyataan-pemyataan sebelumnya yang dianggap benar.

Contoh : setiap manusia akan mati. Paul Manusia. Paul akan mati

2)Teori korespondensi

Suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pemyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkomnponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pemyataan tersebut.

Contoh : Jakarta itu ibukota republik Indonesia

3)Teori pragmatis

Kebenaran suatu pemyataan diukur dengan kriteria apakah pemyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

Dalam berbagai jenis kebenaran tersebut yang selalu diusahakan dan dijaga ialah kebenaran dalam bertindalc, berbuat, berucap, berupaya, dan berpendapat. Sebab ketidakbenaran dalam hal-hal itu akan langsung mencemarkan atau menjatuhkan nama baiknya, sehingga orang tidak mempercayainya lagi.

4 Kepercayaan :

Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :

1. Kepercayaan pada diri sendiri

Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada did sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjalcan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.

2.Kepercayaan kepada orang lain

Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya terhadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karena ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.

3.Kepercayaan kepada pemerintah

Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir. Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan)

Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rrakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang, mempunyai arti hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan tidak mempunyai hak, is hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)

Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karena itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/pemerintah.

4.Kepercayaan kepada Tuhan

Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karena itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia hams percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekoensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.

Usaha manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhan nya :

Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain :

a)meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah

b)meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat

c)meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya

d)mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan

e)menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fiinah, dan sebagainya

STUDI KASUS :

Semua manusia pasti memiliki tujuan dan harapan. Tentu untuk mewujudkan harapan, manusia harus berusaha. Namun banyak juga manusia yang malas berusaha untuk mewujudkannya. Akibatnya manusia itu hanya bisa berangan-angan akan harapannya itu. Dan juga menyebabkan manusia itu sendiri hanya bisa iri pada orang lain, yang secara kebetulan harapan yang ia inginkan malah dicapai oleh orang lain.

 

Sumber: http://yomiracle.blogspot.com/2010/04/pengertian-harapan.html

Rabu, 18 Mei 2011

Ilmu Budaya Dasar Mengenai Manusia dan Kegelisahan

 

 

A. Pengertian kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi kecemasan. Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga dapat diartikan kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.

B. 3 macam kecemasan yang menimpa manusia

Sigmund Freud, seorang ahli psikoanalisa berpendapat bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan(obyektif), kecemasan neorotik,  dan kecemasan moril.

~ Kecemasan obyektif

adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalamdunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam utnuk mencelakakannya.Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu dalam keadaan tertentu dari lingkungannya.

~ Kecemasan neorotis

timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud kecemasan ini dibagi tiga macam yakni kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, bentuk ketakutan yang irasional (phobia), dan rasa takut lain karena gugup, gagap dan sebagainya.

~ Kecemasan moril

disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang, dan lain-lain. Semua itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Sikap seperti itu sering membuat orang merasa khawatir, cemas, takutgelisah dan putus asa. Bila dikaji sebab-sebab orang gelisah adalah karena hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari dalam maupun dari luar. Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama dimulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.

Studi kasus

manusia pada dasarnya memang tak luput dari kesalahan dan dari kesalahan inilah manusia sering kali merasa gelisah . Oleh karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan perasaan cemas,khawatir atau takut. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai yang terkadang juga dapat berakibat fatal bagi dirinya.

Opini

kegelisahan ini sangat berhubungan dengan suatu gangguan psikologis sementara, yang artinya kegelisahan itu bersifat sementara, karena kegelisahan itu akan hilang jika masalah yang menimpanya sudah hilang. Jadi untuk menghindarinya dimulai dari diri sendiri. Salah satu langkah penting yaitu memperdalam wawasan tentang agama bagaimana me _ manage jiwa yang sedang gelisah, dan harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang maka dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi. Tetapi apabila belum tenang juga maka jalan yang terakhir ialah bisa berkonsultasi dengan psikiater karena bisa dibilang sangat membantu dalam mengatasi masalah kronik psikis(Hendriansyah A.R)

 

Sumber: elearning.gunadarma.ac.id